Rabu, 14 Oktober 2015

MENANGGUK UNTUNG DARI BERITA BURUK Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

19 Agustus 2007 – 04:43 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 5.00 / 1 votes) Seri Artikel News for Wealth

“Her, mau ditraktir apa? Aku baru menang besar.” Itu suara teman lama saya melalui saluran telepon sekitar minggu kedua Agustus. Suaranya cerah dan bening, berbeda sekali dengan suaranya sekitar awal tahun ini.

Awal tahun ini dia sering berbagi cerita mengenai pahit getirnya mencari uang. Waktu itu dia sedang bersusah payah mencari pelanggan briket batubara. Sharing-sharingnya terdengar berat waktu itu, tetapi keteguhan hatinya juga bisa saya rasakan. Setelah absen bertelepon sekitar dua bulan, dia kembali menelepon bahwa dia mulai aktif belajar investasi pada instrumen opsi saham (stock option). “Saya didampingi seorang mentor yang sangat berpengalaman,” dia berkata.

Telepon berikutnya ya itu tadi. Dia berkabar bahwa dia menikmati untung besar dalam satu transaksi long put. Dia mengaku itu bukan keuntungan pertama, tetapi keuntungan terbesar yang diperolehnya.

Saya mencoba mengorek mengapa dia bisa mendapatkan untung besar dalam “sekali pukul”. Dia memang tidak menjelaskan segala-galanya dengan mengatakan, “nanti kalau aku
... baca selengkapnya di MENANGGUK UNTUNG DARI BERITA BURUK Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hampa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ku rebahkan tubuhku di atas kasur sambil meraih handphone-ku yang berdering nada panggilan dari Ari –sahabatku- sambil menghela nafas panjang aku menekan tombol hijau dan meletakkannya di telinga sebelah kiri.

“Halo!” Jawabku malas.
“Halo! Bro, lo di mana?” Tanya Ari dari seberang saluran telepon.
“Di rumah.” Jawabku singkat.
“Gue lagi di tempat tongkrongan biasa. Kenapa lo nggak ke sini?”
“Nggak tau nih, gue lagi males banget ke tempat tongkrongan. Besok aja gue ke sananya.”
“ Ah! Nggak asik lo! Yaudah deh ntar gue bilang ke anak-anak kalo lo lagi nggak enak badan.”
“Iya, thanks ya bro.” Jawabku singkat sambil mengakhiri pembicaraan dengan menekan tombol merah. Kulempar handphone-ku ke sisi kanan tempat tidur yang sebelumnya telah kumatikan, saat ini aku sedang tidak ingin diganggu.

Akhir-akhir ini perasaanku selalu gelisah tak menentu, entah apa yang terjadi padaku saat ini. Aku merasa hidupku terasa hampa, t
... baca selengkapnya di Hampa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pahlawan Kecilku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Matahari mulai menampakan sinarnya.. Rembulan hilang pergi atas kehendakNya… Semilir angin pagi pun membangunkanku
dari lelapnya tidur yang membuat badanku berhenti sejenak dari berbagai aktivitas yang telah aku lakukan sepanjang hari menjelang… Jendela kamar yang terbuka seakan mengundang sayup-sayup angin pagi lengkap dengan kicauan burung yang sesekali hinggap dan terbang di atas genting kamarku.
Pemikiranku hilang melayang terbang, entah apa yang akan aku gapai di keheningan pagi yang membuat mataku sudah tak ingin terpejam kembali, namun badanku yang lelah ini seakan berat untuk aku beranjak dari tempat tidurku…

Di sebrang balkon kamarku, aku melihat ada seorang anak kecil yang mungkin akan menginjak remaja, duduk termenung sendiri di balkon jendela kamarnya, yang ku lihat saat itu raut wajahnya memancarkan kesedihan yang teramat dalam, tak ada satu titik pun cahaya kegembiraan yang terlukis dalam wajahnya, entah musibah apa yang telah menimpa dia.

Matahari tepat berada di atas kepala, itu menandakan bahwa hari menjelang siang. Seharian aku hanya diam duduk di kamar dengan melihat seorang anak remaja itu. Sesekali a
... baca selengkapnya di Pahlawan Kecilku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 31 Agustus 2015

Kisah Pita Kuning Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anakn
... baca selengkapnya di Kisah Pita Kuning Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 26 Juni 2015


 
 
 
Kajian demi kajian diikuti. Nara sumber beragam. Ilmu saling melengkapi. Mudah-mudahan bermanfaat dan membekas dalam kehidupan.

Begitulah harapan. “Semoga nilai ramadhan membekas pada 11 bulan lainnya,” kata dr Halimi Maksum, MMRS Ketua PMI Lumajang dalam pengantar kajian Ramadhan. Acara ini diadakan setiap Jumat pagi.
Materinya beragam. Saya yang “didaulat” menjadi nara sumber antara lain mengajak peserta yang merupakan gabungan antara karyawan Balai Pengobatan Muhammadiyah dan karyawan PMI, untuk menjadi orang yang pandai bersyukur.

Alasannya, nikmat Allah begitu banyak. Allah menegaskan, Andai engkau akan menghidutung nikmat-Ku, tak mungkin bisa menghitungnya (karena begitu banyak). Salah satu nikmat yang kita lihat sehari-hari adalah, kita terlahir menjadi orang yang berada "di antara" dua kutup ekstrim dalam kehidupan.
Misalnya, tidak menjadi orang paling gemuk di dunia, yang dialami seorang pria asal Kanada dengan berat badan 413 kg. Lelaki yang belum sempat berkeluarga ini meninggal hari Ahad (21/6) lalu. Atau kita terlahir menjadi orang paling kurus di dunia, betapa tidak nyamannya hidup.

Kita bersyukur karena tdak menjadi orang dengan wajahpaling tampan di dunia, seperti yang dialami seorang pemuda Mekkah. Saking tampannya dia diusir dari negerinya karena merepotkan petugas. Banyak wanita tergila-gila padanya sehingga dianggap mengganggu keamanan daerah. Atau menjadi orang paling jelek di Urganda.

Atau menjadi orang terkaya seperti Billgate yang merasa tak nyaman, bingung ngurus kekayaan yang ibarat air tak kuasa membendung dari royalti hasil karyanya. Dan seterusnya. Bersyukur ini merupakan buah dari puasa.

Buah lain dari puasa adalah menjadi orang "taqwa". Yang kata nabi, taqwa itu takut kepada Allah dan takut berbuat maksiat.

Yang tidak kalah penting, buah dari puasa adalah melahirkan orang "cerdas".
Yaitu, cerdas emosi, cerdas sosial, cerdas spiritual, cerdas agama, cerdas perfomence, cerdas suara, dan kecerdasan yang lain. (*)



 
Kajian demi kajian diikuti. Nara sumber beragam. Ilmu saling melengkapi. Mudah-mudahan bermanfaat dan membekas dalam kehidupan.

Begitulah harapan kita. “Semoga nilai ramadhan membekas pada 11 bulan lainnya,” kata dr Halimi Maksum, MMRS  Ketua PMI Lumajang dalam pengantar kajian Ramadhan. Acara ini diadakan setiap Jumat pagi.
Materinya beragam. Saya yang “didaulat” menyampaikan materi, antara lain mengajak kepada peserta yang merupakan gabungan dengan karyawan Balai Pengobatan Muhammadiyah, untuk menjadi orang yang pandai bersyukur.

Alasannya, nikmat Allah begitu banyak. Allah menegaskan, Andai engkau akan menghidutung nikmat-Ku, tak mungkin bisa menghitungnya (karena begitu banyak). Salah satu nikmat yang kita lihat sehari-hari adalah, kita terlahir menjadi orang yang berada di antara dua kutup ekstrim dalam kehidupan.

Misalnya, tidak menjadi orang paling gemuk di dunia, yang dialami seorang pria Enggris dengan berat badan 413 kg. Lelaki yang belum sempat berkeluarga ini meninggal hari Ahad (21/6) lalu. Atau menjadi orang 
paling kurus di dunia, betapa tidak nyamannya hidup.

Atau menjadi orang yang wajahnya paling tampan di dunia, seperti yang dialami seorang pemuda Mekkah. Saking tampannya dia diusir dari negerinya karena merepotkan. Banyak wanita tergila-gila padanya sehingga dianggap mengganggu keamanan daerah. Atau menjadi orang paling jelek di Urganda.

Atau menjadi orang terkaya seperti Billgate yang merasa tak nyaman, bingung ngurus kekayaan yang ibarat air tak kuasa membendung dari royalti hasil karyanya. Dan seterusnya. Bersyukur ini merupakan buah dari puasa.

Buah lain dari puasa adalah menjadi orang taqwa. Yang kata nabi, taqwa itu takut kepada Allah dan takut berbuat maksiat.

Yang tidak kalah penting, buah puasa melahirkan orang cerdas. Yaitu, cerdas emosi, cerdas sosial, cerdas spiritual, cerdas agama, cerdas perfomence, cerdas suara, dan kecerdasan yang lain. (*)

Rabu, 24 Juni 2015






Walau tidak ada yang menjamin, empat pendapat tentang bahagia—harta, gelar, jabatan, dan agama—itu benar adanya. Tidak percaya? Coba tanyakan salah satu saja, yaitu soal harta. Tanyakan kepada orang miskin, apa penyebab bahagia bagi mereka? Jawabnya akan mengatakan bahagia itu kalau punya banyak harta. Sebaliknya bagi orang kaya harta bukan jaminan bisa bahagia.

Begitu  juga halnya dengan gelar dan jabatan, bagi orang yang belum merasakan lezatnya gelar dan jabatan melihat keduanya penuh daya tarik, padahal dalam kenyataan banyak orang pusing karena gelar dan jabatan.
Konon, ribuan tahun, para pemikir sibuk membincangkan kebahagiaan. Di mata para ahli, kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersifat kondisional. Kebahagiaan bersifat temporal. Jika dia sedang kejayaan, di situ ada kebahagiaan.
Dalam pandangan ini, orang yang sedang jatuh, hilanglah kebahagiaannya. Tidak ada kebahagiaan abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi kejiwaan masyarakat Barat: "Mereka selalu mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa puas.
Dalam Islam, kebahagian itu tidak bersifat raga, atau harta. Kebahagiaan merupakan kondisi hati yang dipenuhi iman dan amal sesuai imannya. Coba ingat Bilal bin Rabah, dia merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.
Imam al Ghazali, mengatakan puncak kebahagiaan manusia, jika berhasil mencapai ma'rifatullah, atau mengenal Allah Swt. "Ketahuilah bahagia tiap sesuatu bila terasa nikmat dan lezat menurut perasaan masing-masing. Kelezatan (mata) melihat rupa yang indah, kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain.
Ada pun kelezatan hati ialah ma'rifat kepada Allah, karena hati dijadikan tidak lain untuk mengingat Tuhan. Seorang rakyat jelata sangat gembira kalau dia berkenalan dengan seorang pejabat tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya raja atau presiden.
Tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan  oleh manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah. Dan oleh sebab itu tidak ada ma'rifat yang lebih lezat daripada ma'rifatullah.
Maka ma'rifalullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah" (Laa ilaaha illallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi, manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ayat-ayat-Nya, baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah.
Banyak ayat al Quran yang memerintahkan manusia memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri. Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad Saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa "Tiada tuhan selain Allah", dan bersaksi bahwa "Sesungguhnya ad-Din dalam pandangan Allah Swt adalah Islam."
Inilah yang disebut ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan. khususnya lembaga pendidikan Islam. harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati adalah yang terkait antara dunia dan akhirat.
Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama, apakah suatu program pendidikan (ta'dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang hayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan beribadah kepada Penciptanya.
Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya hahagia dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena dia mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.
Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacarn itu; hidup dalam keyakinan: mulai dengan mengenal Allah dan ridha, menerima keputusan-keputusan-Nva, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar.
"Dan jika kita fakir miskin, senangkan pula hati kita! Karena telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hati karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki lagi, lantaran kemiskinan..."
"Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan! Karena lidah tidak banyak yang mencela, mulut tak banyak mencaci..." Mudah-mudahan. Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. (*)
 

Unordered List

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Lembaga Pelatihan "The Power Of Love"

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget