Orang
yang benar-benar hidup tahu untuk apa dia harus hidup
Orang
yang baik, tahu untuk apa dia hidup. Salah satunya, mengemban amanah agar
menjadi pemimpin di muka bumi. Alam semesta –berserta isinya—diletakkan di
pundak kita agar dikelola dengan baik. Tanggung jawab kita begitu besar dan
berat.
Tugas
kedua, hidup ini untuk ibadah. Puncak dari ibadah yang kita lakukan adalah
tunduknya hati kepada Tuhan. Orang tunduk tidak akan pikir-pikir lagi dalam
melaksanakan perintah Tuhan.
Ibadah
yang dilakukan sebagai buah tunduknya hati ada beberapa tanda. Pertama,
ibadahnya dilakukan secara ikhlas, semata mencari ridho Tuhan, bukan menari
pujian, sensasi, dan status sosial.
Kedua, ibadahnya dilakukan secara maksimal. Tidak setengah-setengah.
Orang yang ibadah setengah-setengah tidak menyadari hendak ke mana pasca hidup
di dunia.
Ketiga,
ibadah yang kerjakan ada bekasnya dalam kehidupan sehari. Agama dipahami dari dua
dimensi: ilmu dan amaliah. Keduanya tidak dipisah. Kalau hanya ilmunya yang
didalami, maka agama hanya ada dalam konsep. Sebaliknya, jika agama hanya
diamalkan tanpa dikuasi ilmunya, maka sama halnya berjalan di kegelapan tanpa
lentera.
Dengan
mengetahui tujuan hidup kita bisa menikmati hidup. Dengan mengetahui tujuan
hidup, menjadi produktif. Mereka bekerja bukan hanya untuk bekerja, tetapi
mencari kebahagiaan ukhromi.



0 komentar:
Posting Komentar